Kamis, 18 Desember 2014

Menjalani Profesi Baru

Tahun 2010 lalu, tepatnya bulan september itu merupakan awal perpindahan saya dari seorang siswa SMA menjadi seorang Mahasiswa.Mahasiswa sebuah sebutan dimana kita berada di jenjang yg paling tinggi dari kategori peserta didik, sebut saja "Maha" yang artinya besar kan.. hehe4 tahun kemudian di tahun 2014 tepatnya bulan Agustus tanggal 30, status Mahasiswa yg saya sandang selama 4 tahun resmi saya lepaskan dengan "WISUDA".Menjalankan tugas dan amanat dr ortu untuk belajar di pulau sebrang telah usai, banyak suka dan duka menjadi mahasiswa, khususnya mahasiswa ilmu keolahragaan..Perjuangan untuk memakai "TOGA" cukup menguras pikiran, biaya, dan tenaga... hahahaSebuah perjalanan hidup yg sangat menyenangkan dan juga bnayak pelajaran yg saya dapat ketika menjadi seorang mahasiswa..
Kuliah 5hr seminggu, 
garap tugas
uts, uas
itu lah tugas seorang mahsiswa
setelah semua itu selesai, saatnya bergulat dengan Skripsuit hahaha
Skripsi, bermula dengan mengajukan proposal dengan antrian yg banyak, dan tidak selalu diterima
harus kembali lg untuk mengajukan proposal..
Proposal di acc, saatnya bersenang-senang ditinggal liburan.. hahahaha
habis liburan baru saatnya bimbingan kalau gak males,.. wkwkwkwkwk
bimbingan berapa kali, lanjut pengambilan data, diolah, 

bimbingan lagi, revisi lagi, bimbingan lagi, revisi lagi.... tak terhingga sampaian
sampai tiba saatnya di setujui pembimbing untuk di ujikan...

mendaftar ujian hingga menunggu antrian ujian 2 minggu lebih..
Ketika ujian
dipanggil lalu disuruh masuk ruang ujian, langsung bertatap mata dengan 4 dosen, rasane sesuatu bingiit
dag, dig, ra karuan
persentasi dimulai, para dosen penguji sibuk dengan handphone masing", dan juga ngobrol (ngalor-ngidul) hehehehe... krik banget pokok e
selesai persentasi saatnya beradu argumen dengan dosen, 
penguji satu lewat dengan selamat, dan di penguji 2 harus menjawab pertanyaan yg tidak ada di pikiranku,,, terdiam dan hanya bisa menunduk, dengan sesekali menjawab... hingga 30menit lebih, kayaknya penguji ke2 semangat banget.. sekertaris lancar...
dan saatnya pengumuman... "Selamat anda tidak mengulang untuk ujiannya"
hahahahahahhaa rasanya capur aduk ra karusan.. seneng e minta ampun....

beberapa hari kemudian nilai kelur.. dan sangat memuaskan menurutku, karena skripsi itu murni karya sendiri, tanpa harus pergi ke tempat olahdata... hahaha

saatya mendaftar wisuda...
begitu saat mendekati hari wisuda, banyak pertanyaan yg muncul dalam benak, setelah wisuda mau ngapain? kerja? belum ada bayangan. pulang kampung? mau kerja apa disana.
untungnya saya sudah punya sampingan sebelumnya yaitu sebagai frontliner.. yah lumayan untuk memenuhi kantong sendiri...
dan setelah beberapa bulan akhirnya panggilan untuk menjadi seorang "GURU" datang...


HP saya berdering, no baru tak tau siapa yg tlvon..
hallo...
dengan ms gabriel ya?
iya saya sendiri,
ini dr bu heppy, guru sd tarakanita, mau memberitahu ada lowongan guru penjas ms...
??????????? guru penjas? apakah sy udah siap? terngiang dalam pikiran..
iya bu, nanti coba saya pikirkan,,
ow ya di coba dulu aja ms, lumayan kok honornya,. lngsung masukin lamaran aja...


sebulan kemudian saya putusan untuk mengambil lowongan itu dan berpikir, kesempatan gak akan datang 2x...
dan ternyata setelah masukin lamaran, tes, akhirnya saya di terima di yayasan tarakanita yogyakarta
sebagai GURU Penjas di SD Tarakanita Ngembesan dan SD Tarakanita Tritis..


Semoga dengan profesi baru ini menjadi berkah tersendiri, dan semoga ilmu saya dapat bermanfaat bagi orang lain.


Keyakinan itu Sebuah Prinsip

Keyakian adalah subuah anutan untuk membimbing kita dalam menjalani hidup dan juga tuntunan untuk kita agar salalu ingat dengan yang Mahakuasa.

Sebuah keyakinan menurut saya adalah sebuah prinsip kehidupan, jika kita sudah yakin, untuk berada dalam jalan itu, jangan sampai kita memilih untuk menyebrang ke jalan lainnya, tekenui, jalani, dan pasti banyak manfaat dan hikmah yg akan kita dapat dengan selalu berpegang pada prinsip yg sama..


Selasa, 18 Desember 2012

METODE MENGAJAR GAYA LATIHAN

LEMBAR TUGAS 
GAYA LATIHAN


Petunjuk :
                1.  Lakukan sesuai dengan perintah dan contoh berikut

Materi; Passing Bawah (Bola Voli)

·         Sikap badan sedikit jongkok, kaki depan belakang, lutut agak ditekuk,
·         Kedua tangan dirapatkan.
·         Gerakan tangan diayunkan dari bawah kedepan.  
·         Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.


            










·         Lalu latihanya dengan cara berpasangan 2 orang dengan satu bola, secara bergantian.
 ·         Satu menjadi pelempar dan satunya yang melakukan passing bawah.
·         Dilakukan dengan jarak dekat dahulu sekitar 3m
·         Lalu setelah masing-masing sudah melakukan5x, jarak diperjauh menjadi 5m



GAYA MENGAJAR DIVERGEN

LEMBAR TUGAS
GAYA DIVERGEN

Nama Pelaku :
Kelas               :



Petunjuk;
1.      Jawablah pertanyaan dibawah ini sesuai dengan kemampuan anda.
2.      Jawablah pertanyaan yang ada di bawah ini dengan harus mengerjakan jawaban secara fisik atau dengan mempraktekannya.


Pertanyaan;
1.  Bentuk latihan apa yang bisa meningkatkan kekuatan otot lengan ?
2. Bentuk latihan apa yang bisa meningkatkan kekuatan otot perut ?

GAYA MENGAJAR KONVERGEN


LEMBAR TUGAS
GAYA PENEMUAN TERPIMPIN
(KONVERGEN)

Nama Pelaku   :
Kelas               :
Materi              : Teknik passing dalam sepak bola menggunakan kaki bagian dalam.

Petunjuk :
1.      Jawablah pertanyaan dibawah ini sesuai dengan kemampuan anda.
2.      Jawablah pertanyaan yang ada di bawah ini dengan harus mengerjakan jawaban secara fisik atau dengan mempraktekannya. Dengan demikian siswa harus melakukan gerakan sebagai jawabanya

Materi: Cara passing dalam gerak dasar sepak bola.


1. Bagaimana posisi kaki saat melakukan passing dengan kaki bagian dalam pada gerak dasar sepak bola?
2. Bagaimana posisi tubuh saat melakukan passing dengan kaki bagian dalam pada gerak dasar sepak bola ?
3. Bagaimana posisi kaki setelah menendang bola?










Kamis, 18 Oktober 2012

PENYIMPANGAN PERILAKU KOLEKTIF DALAM SEPAK BOLA

PERILAKU KOLEKTIF DALAM DUNIA OLAHRAGA

Olahraga, tentu ketika kita berbicara mengenai olahraga, dalam benak kita langsung tertuju pada satu cabang olahraga yang paling populer didunia, yaitu sepak bola. Sepak bola memang menyuguhkan tontonan yang menarik. sepak bola ditonton mulai dari klangan anak-anak sampai lansia pun masih menikmati indahnya olahraga ini. Ketika kita berbicara mengenai sepak bola berarti berbicara mengenai banyak orang yang terlibat didalamnya, termasuk supporter sepakbola itu sendiri. Sepak bola sangat erat hubungannya dengan supporter, setiap klub sepakbola pasti memiliki supporter, baik itu klub yang sudah professional maupun yang belum. Bahkan setiap supporter memiliki nama-nama tertentu unutk menunjukan identitasnya. misalnya saja The jack (persija), Bonekmania (persebaya), dll, itu didalam negeri. Diluar negeri pun demikian klub-klub elit dieropa pun memiliki supporter yang sangat fanatic terhadap klubnya dan loyalitas supporter terhadap klubnya sangat tinggi, misalnya saja ‘’juventini’’ supporter dari juventus, ketika klubnya main pasti seluruh stadion terisi penuh dengan kelmpok supporter yang menunjukan identitas klub itu sendiri. Dengan adanya supporter sebuah klub tentu memiliki motivasi dan dukungan yang lebih sehingga hubungan antara klub dan supporter merupakan hubungan yang tidak bisa dipisahkan. 

Itu semua merupakan sisi positif dari sekelompok supporter sepak bola yang ada didalam maupun diluar negeri. Namun disisi lain banyak penyimpangan yang dilakukan sekelompok supporter yang keluar dari tujuan mereka yaitu unutk mendukung dan memotivasi klub mereka, seperti tawuran, bentrok antar supporter lawan, maupun supporter satu klub pun sering terjadi bentrok yang mengakibatkan banyak terjadi korban. Dari terjadinya tawuran tidak hanya supporter yang menjadi korban, melainkan banyak pihak yang menjadi korban, salah satunya yaitu pihak berwajib (polisi) yang mengamankan pun sering menjadi amukan masa supporter sepak bola itu sendiri.
Penonton sepakbola memiliki tujuan untuk mendukung tim idolanya. Namun. kenyataannya, perilaku penonton sepakbola sudah mengkhawatirkan. Perusakan, pelecehan seksual, penodongan, perampasan, dan beberapa bentuk kriminalitas lain muncul. Dengan demikian tindakan penonton sudah manyimpang dari tujuan semula. Korban agresi tidak saja harta dan benda melainkan juga nyawa. Hampir setiap pertandingan ada korban dari ulah para penonton tersebut. Mengapa sampai terjadi perilaku kolektif tersebut?
Penyebab terjadinya prilaku kolektif  suporter sepakbola, karena seporter saling mengejek penonton lawan, Semua itu terjadi karena hasil pertandingan kalah atau menang, keputusan wasit yang dianggap tidak fair play, keamanan yang kurang. Identitas sosial dimanipulasi dengan pemberian pita dan ikat kepala untuk identitas sosial yang tinggi, kemudian seporter saling melemparkan batu atau apapun yang bisa melukai penonton lawan.
Cara menyelesaikan yang baik adalah pengamanan. Bila kekalahan tim dialami oleh tim tuan rumah, maka penjagaan harus lebih banyak dibandingkan apabila tim itu menang. Sehingga ketika supporter tuan rumah melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan tujuan dari supporter itu sendiri keamanan bisa mengendalikan semua itu, jadi pengamanan pertandingan, apalagi jika pertandingan itu melibatkan rivalitas antar kedua klub, pengamanan harus lebih ketat, sehingga bisa meminimalisir perilaku-perilaku menyimpang yang dilakukan oleh supporter sepakbola.  



Senin, 19 Maret 2012

Hoki Ditolak 11 KONI Daerah

hoki kurang hoki

Kamis, 15 Maret 2012 13:14 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) daerah yang menolak cabang olahraga (cabor) hoki dan drumband di pertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 Riau kini semakin bertambah. Jumlahnya bertambah menjadi 11 dari sebelumnya hanya enam KONI Daerah.
"Setelah melakukan pertemuan, kami memutuskan untuk tetap menolak penambahan cabang," ungkap Ketua Harian KONI Jawa Timur, Dhiman Abror, usai menggelar pertemuan di Semarang.
Beberapa KONI Daerah penolak dua cabor tersebut adalah Provinsi Banten, Bangka Belitung, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sumatra Selatan. Satu lagi adalah Riau sehingga jumlah total menjadi 11 KONI Daerah.

Dhiman menyebutkan sebelas daerah ini akan kembali mengirimkan pernyataan penolakan kepada KONI Pusat. Ia merasa kecewa karena surat sebelumnya belum mendapatkan respon KONI Pusat.
Cabang olahraga hoki sepertinya kurang hoki alias kurang beruntung. Ada delapan daerah yang sudah meloloskan atletnya dalam kualifikasi pra-PON untuk cabang olahraga hoki. Namun, tujuh dari delapan daerah itu menolak mengirimkan atletnya ke PON 2012.
Hanya Jawa Barat yang tetap ingin mengirimkan atlet hokinya. "Mana mungkin cabor tersebut bisa dipertandingkan?" kata Dhiman. ''Setidaknya harus ada empat daerah yang mendaftarkan atletnya agar cabor tersebut bisa dilaksanakan.''